Akhir-akhir ini sering sekali keinget sama Fisika, sama aja sih sebenernya akhir-akhir ini juga sering keinget kamu.
Minggu, 09 November 2014
Sabtu, 08 November 2014
Metonimia
Kali ini keinget guru bahasa Indonesia sewaktu SMP. Baru kali ini diajar bahasa Indonesia oleh guru cowok. Pak Lasinem namanya.
Rabu, 13 Agustus 2014
Investasi
Sudah berapa juta uang yang engkau investasikan untuk dunia? Sudah pernah belum memikirkan investasi akhirat?
*note: hanya bagi yang percaya akhirat
*note: hanya bagi yang percaya akhirat
Selasa, 12 Agustus 2014
Jas Hujan
Aneh aja liat tukang jualan jas hujan dipinggir jalan buru-buru mengamankan dagangan mereka yang dipajang -ya siapa lagi kalo bukan jas hujan sendiri, diamankan dari hujan yang mendera tenda kaki limanya. Mungkin si tukang jas hujan lupa kalau jas hujan itu memang dibuat untuk dihujan-hujankan. Kenapa malah dimasukkan biar ga kehujanan? Jas hujan palsu yaaaaaaaa???????
Jumat, 15 Juni 2012
Sekarang Lo Bisa Ngomong Gitu
Percakapan antara
gue dan seorang temen kontrakan (housemate) yang kebetulan sedang jomblo
(dianya yang jomblo, gue engga ^^)
Gue : *nyalain TV
*metroTV *liputan kasus hambalang "Hmmmm.. Jam jam segini emang isinya
berita semua"
Temen : "Emang
Metro isinya berita semua kali Dik -____-"
Gue : "Maksud
gue beritanya politik semua, MUAK gue sama politik!!!" *sambil nendang
gelas
Temen :
"Sekarang lo bisa ngomong gitu"
Selasa, 29 November 2011
- Mahasiswa Berumah Tangga : Sebuah Perjanjian Agung -
Fathur membuka gerbang kontrakan, menyeruduk masuk membuka gagang pintu dengan keras. Ternyata saat itu pintu sedang tidak terkunci, Ipin sudah berbaring di sofa, di sebuah ruangan yang kami sebut "ruang tamu" -meskipun jarang ada tamu yang berkunjung. Di sofa biru yang lusuh itu, Ipin bertelanjang dada, kemejanya ia kalungkan di leher, setengah menutupi mulut, jejaka berkalung kemeja. Tampak badannya berkeringat, mungkin karena ia juga baru pulang jalan kaki dari kampus, tangannya terus mengipas, dengan kertas A4 dilipat dua, penuh coretan. Fathur membanting tas punggungnya ke kasur, sambil tangan kirinya meremas gemas kertas hafalan yang sudah dibuatnya, tangan kanannya menggaruk rambut, seakan tak percaya apa yang barusan dia kerjakan. Dari luar terdengar raungan suara sepeda motor, tampaknya Yan dan Dika juga baru selesai.
Langganan:
Postingan (Atom)